PUISI YANG TERLAHIR DARI SEORANG PEREMPUAN YANG MENGANGKAT PEREMPUAN DAN PERASAAN-nya, (13/08/2021).
Makassar (13/08/2021).
Seorang perempuan yang menginspirasi dirinya sendiri, kemudian menceritakan perasaan nya lewat tulisan yang begitu syahdu dan menggema. Riska, itu nama panggilan nya, biasa disapa dengan kenari.
Perempuan ini merupakan perempuan yang hebat dalam hal apapun, misalnya, pemikiran, penjelajahan alam bebas, caving (susur goa), berbisnis dan masih banyak lagi. Beliau lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan sekarang menetap di kota Makassar. Sebentar lagi akan melanjutkan wisuda nya.
Ini beberapa judul dan isi puisinya :
TAK ISTIMEWA
Malam ini tidak ada yang istimewa
Selain memandang layar hp
Menatap kedua bola matamu
Dan rekahan senyummu yang menawan
.
Tak ada yang istimewa selain berkhayal rindu kan menuntun untuk sebuah temu
Harap harap dibatas senja yang kian beradu
Mengadu menatap kosong
.
Tak istimewa kulewati malam malam tanpa kabar gurauan dan bahak tawa yang sering kali kau perdengarkan, cerita ekspektasi yang selalu lucu kau tertawakan demi melihatku tersipu malu
.
Kita harus bertemu demi sebuah rindu yang kuistimewakan denganmu, demi sebuah rayu yang selalu kusonsong agar kau cepat menuntaskan rindu yang kian sesak._
[Bulukumba 20 sept 2020]
TATAP RASA
Sesungguhnya aku perih menahan rindu
Bukan apa, tapi terasa damai bila ada kamu
Tak pernah kujumpai sedih jelang tidur nyenyak saat kau masih disini, sebab bersamamu tenang
Seluruh cinta telah kuselami
Kini kuberlabuh dalam cintamu
Hingga kembali berlayar dengan angan milikmu
Menjemput kasih dengan hembusan angin
Relung hati yang kian sepi
Disaat kutak dapat menggenggam tanganmu
Menjamah senyum manismu
Menggandeng keakraban denganmu
Seharusnya semesta telah merestui temu
Namun ada rindu yang harus disabarkan
Serta harap yang berujung pada doa doa baik
Untuk aksara yang tetap terjabar karenamu._
[Bulukumba, 26 Sept 2020]
LAKSMANA KALBU
Yang jauh hanya pijakan bukan perasaan
Yang berjarak hanya raga bukan rasa
Meski tak bersama, tapi kan selalu terawat oleh mentari yang sebentuk
Datang semilir angin menyampaikan asa yang berkembang
Kemudian laju kamu kan menghampiri
Kamu yang membuat jatuh cinta
Tanpa rencana
Terimakasih selalu hadir
Walau dalam bayang semu
Dan kamu tahu ?
Kini kumenanggung sesak
Sesak karena menunngumu
Sesak karena tidak tahu sampai kapan
Jika boleh aku egois,
Memintamu untuk segera pulang
Memintamu untuk datang padaku
Bisa ?
Namun, terlepas dari itu semua
Kekuatan dari sebuah penantian
Akan mengalahkan segalanya._
[Bulukumba 29 sept 2020]
OKTOBER BASAH
Langit telah membuka tabirnya
Menyapa rembulan yang samar²
Dingin yang tak bosan menggapai asa
Sang malam rebahkan diri diam dalam kelam
Gerimis tersapu pelipis
Helaan nafas yang tak beraturan
Sepenggal kerinduan
Hanyut dalam dekapan
Bersama semilir angin
Yang enggan beranjak
Untuk temui, sampaikan peluk
Bisikmu yang merdu
Mampir dengan sering
Tebarkan kesejukan dalam dada
Ingin menggapai
Tapi tak sanggup
Pada bulan oktober yang masih basah
Dengan harap yang mengapung di udara
Mengucap salam kasih
Semoga semesta segera merestui._
[Bulukumba 01 OKTOBER 2020]
FIKIRANKU
Keras namun tak nampak jelas
Rupawan yang menyempurnakan manis pandang
Lebih lagi dengan senyum yang menawan, mampu tuk melelehkan jika aku sebalok es
Laksana raja yang piawai
Menenangkan dengan tegas
Ambigu yang tak goyah, dengan terpaan badai yang menganga
Tutur kata yang memikat
Pandang dan bawaan yang beretika
Terusik ego, namun tetap hangat
Diam dalam kecewa
Sabarnya kokoh
Kalimat meyakinkan
Rinai bahasa yang terkontrol, dapat menaklukkan asa yang memekik rasa
Dari egois yang menjadi guru
Menjadi dewasa karena sebuah komitmen
Lelaki yang senantiasa hidup dalam sanubari
Mendenyutkan nadi yang nyaris terhenti._
[Bulukumba 02 Okt 2020]
SENJA DISORE ITU
Sore telah bergegas menuju malam
Bersama senja yang ingin berjumpa dengan gelap
Kemudian malamku yang selalu tak lenakanmu
Terus merasuk dijiwa
.
Kutatap langit langit semesta
Dari bawah sini kumemanggil sebuah nama
Dan menyebutnya pelan dengan mesra
Pulang dan jemput peluhku, ucapku
.
Tertegun kumemandangi senja
Semakin jauh kembali keperaduannya
Semakin indah ditatap jingganya
Seperti senyummu sore dulu._
[Bulukumba 09 Okt 2020]
MENUNGGU
Perihal menunggu bukan duduk diam dan tertegung pasrah dengan hal hal yang akan terjadi dikemudian
Tapi lebih meyakinkan diri sendiri bahwa menunggu bukan mengejar, memenangkan ego yang menggebu untuk sebuah kepastian
Menunggu adalah kesempatan untuk membentuk karakter menjadi lebih baik dan mandiri
Menunggu lebih kepada belajar menerima hal hal yang mungkin esok harinya tak sesuai dengan harapan
Menunggu bukan sesuatu hal yang berat dan bukan faktor untuk menyalahkan keadaan
Menunggu dengan elegan adalah cara tepat menggali dan menemukan fakta fakta yang seharusnya kita tahu sebelum menunggu itu berakhir._
[Bulukumba 09 Okt 2020]
Komentar
Posting Komentar